Sebuah renungan…… murni fiktif, namun kesamaan situasi di kehidupan nyata mungkin hanyalah kebetulan….. Namaku mungkin tak perlu kalian tahu. Cukuplah aku dipanggil sebagai ‘orang dalam’. Selama bertahun-tahun, aku menganggap aturan pengadaan hanyalah deretan kalimat birokrasi yang kaku. Aku pikir, Pasal 7 Perpres 16/2018—bahkan setelah ditambah penegasannya di Perpres 46/2025—hanya sekadar ...
SelengkapnyaChristian
Menjawab Kebutuhan Pasca-Bencana: Fleksibilitas Konstruksi Permanen dalam PBJP
Bencana alam, seperti erupsi gunung berapi atau banjir besar, sering kali menyisakan duka mendalam dan kerusakan infrastruktur yang masif. Selain upaya evakuasi, tantangan terbesar bagi pemerintah adalah bagaimana memulihkan kehidupan warga yang terdampak. Sering kali, kita dihadapkan pada dilema: antara kebutuhan kecepatan (“darurat”) dan kebutuhan kualitas (“permanen”). Lantas, bagaimana aturan ...
SelengkapnyaHubungan antara Sistem Manajemen Logistik dan Peralatan dalam Penanganan Bencana oleh Pemerintah dengan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Hubungan antara Sistem Manajemen Logistik dan Peralatan dalam Penanganan Bencana oleh Pemerintah dengan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah merupakan irisan saling terkait antara Undang-Undang 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dengan Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana terakhir kali diubah dalam Peraturan Presiden Nomor 46 tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas ...
SelengkapnyaPemaketan dan Pengadaan
Dalam dunia Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP), strategi pemaketan adalah fondasi krusial bagi efektivitas belanja negara. Melalui Perpres Nomor 46 Tahun 2025, pemerintah melakukan pembaruan signifikan, termasuk menyisipkan ketentuan baru (Pasal 20A dan 20B) yang melengkapi Pasal 20 sebagai acuan utama pemaketan. Prinsip Utama (Pasal 20) Pasal 20 tetap menjadi “jantung” ...
SelengkapnyaKontrak Lumsum yang sifatnya Istimewa
Dalam dunia pengadaan barang dan jasa pemerintah, pemilihan jenis kontrak adalah strategi krusial yang menentukan keberhasilan sebuah proyek. Salah satu yang paling sering digunakan dan memiliki karakteristik unik adalah Kontrak Lumsum. Mengapa kontrak ini begitu istimewa? Mari kita bedah dalam 2 menit. Apa Itu Kontrak Lumsum? Sesuai dengan regulasi, Kontrak ...
SelengkapnyaMenerapkan Professional Judgement dalam Pengadaan Barang/Jasa
Dalam dunia Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Pemerintah, kita sering kali dihadapkan pada situasi yang kompleks dan dinamis. Terkadang, aturan yang kaku justru berpotensi menghambat tercapainya Value for Money atau efisiensi pengadaan. Di sinilah Professional Judgement (Penilaian Profesional) hadir sebagai kunci bagi para pelaku pengadaan (PA/KPA/PPK/Pokja Pemilihan) untuk mengambil keputusan yang inovatif ...
SelengkapnyaKeseimbangan Transparansi dan Pelindungan Privasi dalam Rancangan Kontrak Pengadaan Pemerintah
Dalam tata kelola pemerintahan modern, penyelenggaraan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) berdiri di atas dua pilar utama yang mengharuskan adanya navigasi hukum yang sangat hati-hati: tuntutan akan transparansi publik dan kewajiban untuk mematuhi pelindungan data pribadi. Seiring dengan evolusi regulasi dari Perpres 16/2018 hingga kerangka kebijakan pengadaan yang terus disempurnakan ...
SelengkapnyaEtika Pengadaan vs Patologi Birokrasi: Menjaga Integritas Rantai Pasok di Tengah Dinamika Ekologi Pemerintahan
Tata kelola pemerintahan tidak pernah beroperasi di ruang hampa. Dalam kacamata ekologi pemerintahan, birokrasi adalah organisme hidup yang terus-menerus bergesekan dengan lingkungan internal dan eksternalnya. Salah satu arena interaksi paling krusial—dan sekaligus paling rawan—adalah sektor Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Pemerintah. Di sinilah denyut nadi pembangunan daerah ditentukan, namun di titik ini ...
SelengkapnyaMengubah Aturan Menjadi Daya Tarik Pasar: RUP, Keterbukaan Informasi, dan Posisi Tawar Pemerintah dalam Supplier Perception Model
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) sering kali dipandang secara sempit hanya sebagai rutinitas administratif atau sekadar pemenuhan formalitas regulasi. Banyak yang lupa bahwa dalam ekosistem Supply Market, pemerintah bertindak sebagai salah satu konsumen terbesar (mega-buyer). Namun, untuk menjadi pembeli yang dihormati, efisien, dan mendapatkan nilai terbaik (Value for Money), instansi pemerintah ...
SelengkapnyaMenggeser Orientasi Output ke Outcome dalam e-Procurement : Bukan sekedar menayangkan proses Pengadaan
Dalam kajian ekologi pemerintahan, sistem tata kelola negara bukanlah sebuah mesin birokrasi yang kaku dan statis. Sebaliknya, ia adalah sebuah organisme hidup dan sistem terbuka yang secara proaktif terus berinteraksi dengan lingkungan internal maupun eksternalnya. Ketika transformasi digital merambah ke sektor pengadaan barang dan jasa pemerintah (e-Procurement), tantangan terbesar yang ...
Selengkapnya