Perspektif Pengadaan
Perspektif Pengadaan

Fokus Strategi Pengadaan untuk Pengadaan Operasional dan Pengadaan Paket Strategis

Berdasarkan Tipe-Tipe Kebutuhan Barang/Jasa, barang/jasa dapat dibedakan menjadi :

  • Belanja Modal / capital Expenditure
  • Belanja Operasional / Kebutuhan Non-Produksi / Operasional

Belanja Modal lebih kearah Pengadaan Strategis karena kebutuhan Barang/Jasa tersebut bersifat strategis dan membutuhkan biaya lebih besar dibandingkan kebutuhan Pengadaan Operasional yang merupakan kebutuhan non-produksi atau penunjang operasional.

Berdasarkan perbedaan sifatnya, perspektif strategis untuk pengadaan dengan kebutuhan yang berbeda diatas menghasilkan perbedaan sudut pandang sebagai berikut :

  • Pengadaan Operasional
    • bersifat transaksional semata;
    • jangka pendek;
    • fokus pada orientasi biaya;
    • eksklusif pada sudut pandang internal semata;
    • kinerja diukur berdasarkan statistik;
    • orientasi terhadap proses teknis.
  • Pengadaan Strategis
    • bersifat memfasilitasi dan bernilai tambah;
    • jangka panjang;
    • fokus pada pengguna akhir;
    • inklusif, mempertimbangkan tidak hanya internal namun juga sudut pandang eksternal;
    • kinerja diukur berdasarkan perbandingan berdasarkan parameter indikator keluaran yang dapat dibandingkan;
    • berorientasi pada kelaziman proses bisnis.

Dengan perbedaan sudut pandang diatas, untuk tiap jenis pemanfaatan belanja dalam pengadaan barang/jasa pemerintah, maka tidak bisa digunakan pendekatan yang sama untuk seluruh pengadaan barang/jasa pemerintah.

Demikian disampaikan, tetap semangat, tetap sehat, tetap berintegritas, dan salam pengadaan!

Manajemen
Sebelumnya Menelaah Lingkungan Organisasi dan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia, apakah kita Pancasilaisme Ekonomi Kerakyatan, Liberalis Kapitalisme, atau Sosialis Komunisme?
Selanjutnya Fire Emblem : Shadow Dragon and Blade of Light

Cek Juga

Manajemen Penyedia

Pembentukan akta, Bidang Usaha, dan Mengapa bisa memenangkan tender?

Sebuah Perusahaan dengan bidang usaha utama “A” bisa jadi memiliki potensi bidang usaha “B”, bidang ...

Punya pendapat terkait artikel ini? mohon berkenan berdiskusi, terima kasih

Open chat
1
Hubungi saya
Halo, apa yang bisa saya bantu?
%d blogger menyukai ini: