Perubahan Kontrak Pekerjaan Konstruksi hasil pemilihan e-Purchasing

Walau Perubahan kontrak pada e-Purchasing itu dimungkinkan, namun untuk perubahan yang meliputi pekerjaan tambahan yang tidak di e-purchasing kan, saya pribadi menganggap pekerjaan yang menjadi tmabahan yang belum terdapat dalam proses e-Purchasing saya cenderung memberikan treatment yang berbeda dibandingkan dengan kontrak hasil tender/tender cepat, tidak bisa serta merta menambah item baru di e-Purchasing karena item yang muncul dalam e-Purchasing cenderung harus terekam transaksinya.

Dengan demikian saya cenderung untuk menyarankan perubahan kontrak yang dilaksanakan sebagai pay item pekerjaan baru maka perlu dilakukan e-purchasing baru dengan proses negosiasi sebagai bagian dari dasar adendum pekerjaan baru.

Hal ini menurut kami perlu dilakukan karena sifat dari epurchasing adalah transaksi yang terekam, maka bagian dari item pekerjaan yang baru perlu direkam melalui aplikasi.

Dengan demikian pengurangan item bila ada di e-purchasing kontrak awal, maka perubahan kontraknya di adendum dan dimasukkan ke dalam paket awal.

Kemudian kontrak baru dari item baru yang di e-purchasing kan juga diunggah di paketnya lagi.

Lalu secara manual flow kegiatan ini terdokumentasi historisnya, karena secara sistem terlihat ada 2 purchasing terpisah.

Demikian.

Sebelumnya Pengadaan Berkelanjutan dan aspek di dalamnya
Selanjutnya Penelitan sebagai Pengadaan Khusus

Cek Juga

file 0000000032bc8211b8b8879185148cb7

Mengapa ASN Tidak Bisa “Asal Belanja”? Membedah Anatomi Penganggaran dan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Pernahkah Anda mendengar tuduhan atau sindiran tajam publik: “APBD kan sudah disahkan DPR/DPRD, kenapa dinas ...

Punya pendapat terkait artikel ini? mohon berkenan berdiskusi, terima kasih

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
1
Hubungi saya
Halo, apa yang bisa saya bantu?