Perencanaan Dengan Strategi
Perencanaan Dengan Strategi

Strategi Pengadaan pada Kuadran Leverage: Bukan Sekadar Cepat, Tapi Tepat

Dalam praktik pengadaan barang/jasa pemerintah, tidak semua paket pengadaan diperlakukan dengan pendekatan yang sama. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menyamaratakan strategi pemilihan hanya berdasarkan kemudahan prosedural, tanpa mempertimbangkan karakteristik nilai dan risiko dari barang/jasa tersebut.

Padahal, dalam kerangka Supply Positioning Model (Kraljic Matrix), setiap paket pengadaan memiliki posisi yang berbeda—dan dari posisi inilah strategi pengadaan seharusnya ditentukan.

Memahami Perbedaan Leverage dan Routine

Dalam klasifikasi pengadaan:

  • Routine items → nilai rendah, risiko rendah
  • Leverage items → nilai tinggi, risiko relatif rendah

Keduanya memang memiliki risiko pengadaan yang sama-sama rendah, tetapi nilai ekonominya sangat berbeda.

Dan di sinilah letak kesalahan umum.

Pengadaan publik sering kali hanya melihat aspek “risiko rendah” sebagai dasar pemilihan metode, tanpa mempertimbangkan bahwa:

Nilai pengadaan yang besar tetap membawa risiko besar terhadap keuangan negara.

Padahal dalam konteks pengadaan pemerintah, risiko tidak hanya dilihat dari sisi teknis atau kegagalan penyedia, tetapi juga dari:

  • Potensi kerugian negara
  • Efisiensi penggunaan uang publik
  • Dampak terhadap akuntabilitas

Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa pengadaan harus memberikan value for money, dan kegagalan dalam perencanaan maupun strategi akan berdampak pada tidak optimalnya hasil pengadaan  

Bias Pengadaan: Terlalu Fokus pada Risiko Teknis

Secara praktik, pengadaan publik cenderung:

  • Sangat sensitif terhadap risiko administratif dan keuangan
  • Namun sering kurang tajam dalam strategi pasar

Akibatnya, untuk item leverage yang nilainya besar, pendekatan yang digunakan justru sering disamakan dengan item routine, misalnya:

  • Menggunakan e-purchasing dengan mini kompetisi
  • Mengandalkan kompetisi harga tanpa analisis pasar mendalam

Padahal ini tidak selalu tepat.

Mengapa Leverage Item Tidak Cocok Mini Kompetisi?

Untuk item leverage:

  • Nilai besar → dampak keuangan signifikan
  • Risiko teknis rendah → banyak penyedia mampu
  • Struktur pasar relatif kompetitif

Namun justru karena nilainya besar, maka strategi yang digunakan harus:

mengendalikan harga dan kualitas melalui pendekatan strategis, bukan sekadar kompetisi terbuka.

Mini kompetisi dalam e-purchasing berpotensi:

  • Mendorong perang harga yang tidak rasional
  • Mengabaikan faktor:
    • reputasi penyedia
    • rekam jejak distribusi
    • kapasitas layanan purna jual

Padahal untuk pengadaan bernilai besar, faktor-faktor tersebut krusial.

Pendekatan yang Disarankan: Negosiasi dengan Penyedia Terpercaya

Untuk item leverage, pendekatan yang lebih tepat adalah:

  1. Berbasis Analisis Pasar

Melakukan identifikasi:

  • Siapa pemain utama di pasar
  • Siapa yang memiliki:
    • volume penjualan terbesar
    • distribusi terbaik
    • reputasi paling stabil

Ini sejalan dengan pentingnya analisis harga pasar dalam penyusunan strategi pengadaan

  1. Seleksi Penyedia Berkualitas

Bukan sekadar mencari harga terendah, tetapi:

  • memilih penyedia dengan market dominance
  • memastikan supply reliability
  1. Negosiasi Harga

Negosiasi dilakukan dengan:

  • basis data pasar
  • volume pembelian
  • leverage posisi pemerintah sebagai buyer besar

Contoh Praktis

Kasus 1: Pengadaan Kendaraan Dinas

Dalam katalog elektronik terdapat berbagai penyedia, namun pendekatan yang tepat bukan sekadar:

siapa yang paling murah

Melainkan:

  • memilih ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) yang:
    • paling kuat di wilayah tersebut
    • memiliki jaringan layanan luas
    • memiliki rekam jejak distribusi terbaik

Kemudian dilakukan negosiasi harga.

Kasus 2: Pengadaan Videotron

Langkah yang tepat:

  1. Mapping penyedia di wilayah
  2. Analisis:
    • siapa yang paling banyak melakukan penjualan
    • siapa yang memiliki pengalaman proyek terbesar
  3. Menyusun analisa pasar
  4. Melakukan negosiasi langsung

Kesimpulan: Nilai Besar, Strategi Harus Lebih Tajam

Pengadaan bukan hanya soal metode, tetapi soal strategi.

Untuk item leverage:

  • Risiko boleh rendah
  • Tapi nilai rupiah besar

Maka pendekatan yang digunakan tidak boleh sederhana.

Jangan menyamakan leverage item dengan routine item.

Karena pada akhirnya:

  • Routine → efisiensi proses
  • Leverage → efisiensi anggaran

Dan dalam pengadaan publik:

Setiap rupiah yang tidak efisien adalah potensi kerugian negara.

 

Sebelumnya Ketika “Darurat” Kehilangan Makna: Refleksi atas Pengadaan Barang/Jasa dalam Situasi Khusus

Cek Juga

e purchasing

Perluasan Pengguna Katalog Elektronik: Menunggu Payung Teknis dan Implementasi Sistem

1️⃣ Titik Perubahan dalam Perpres 46 Tahun 2025 Melalui perubahan terbaru dalam Peraturan Presiden Nomor ...

Punya pendapat terkait artikel ini? mohon berkenan berdiskusi, terima kasih

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
1
Hubungi saya
Halo, apa yang bisa saya bantu?