30e7f1a0 d99c 49ed 8459 bed81ae89371
30e7f1a0 d99c 49ed 8459 bed81ae89371

Negara Kondusif dan Lingkaran Baik maupun Lingkaran Buruk

Lingkaran Kecil Lingkaran Besar….. senandung lagu masa kanak-kanak memudahkan visualisasi kita dalam menggambar sebuah objek saat kita masih taman kanak-kanak, sesuatu yang mungkin dalam kondisi saat ini tidak sama pengalamannya karena generasi saat ini melakukan pendidikan pra-sekolah secara daring selama pandemi.

Ya, negara kita dan berbagai negara lainnya sedang tidak kondusif karena pandemi Corona Virus Disease atau dikenal dengan Covid. Tidak kondusifnya sebuah negara membuat lingkaran buruk yang semakin membuat kondisi kehidupan menjadi tidak membaik dan sebaliknya sebuah negara yang kondusif membuat kondisi kehidupan sehari-hari menjadi semakin membaik.

Mari kita gunakan perspektif positif, karena sebagai trigger imun yang baik sehingga kita semua senantiasa sehat dan membuat kondisi sehari-hari semakin membaik, berpikir positif juga memberikan dampak positif bagi produktifitas kita.

Produktifitas merupakan indikator sebuah negara secara keseluruhan sedang dalam keadaan kondusif, ketika kondisi negara sedang baik sebagai dampak dari situasi yang kondusif, maka perekonomian bergerak dan peluang terbuka bagi siapa saja, peluang yang dapat digunakan oleh semakin banyak orang ini akan mendorong kegiatan menjadi lebih sering dilaksanakan dan timbul sekumpulan aktifitas yang memberikan keluaran berupa produktifitas meningkat.

Ketika terjadi peningkatan produktifitas, maka berbagai kebutuhan untuk dipenuhi semakin bermunculan, hal ini memicu efek berantai dimana berbagai pihak berusaha untuk semakin memenuhi peluang sebagai akibat dari upaya pemenuhan kebutuhan yang timbul, upaya pemenuhan ini tidak terkecuali pada Birokrasi.

Mengapa demikian? Birokrasi dalam hakikatnya hadir sebagai upaya konkrit Negara untuk melaksanakan fungsinya yaitu mensejahterakan masyarakatnya. Dengan demikian berdasarkan runtutan narasi diatas, dalam kondisi sedang tidak kondusif saat ini, maka Pemerintah dengan Birokrasi sebagai alat bagi Negara untuk mencapai tujuannya menjadi salah satu upaya untuk melakukan perbaikan dalam kondisi tidak kondusif saat ini.

Hal ini dikarenakan sektor Privat yang saat ini sedang tidak sedang baik-baik saja terdampak sangat besar karena pandemi ini, dalam kondisi seperti sekarang maka sektor Privat menjalankan upaya efisiensi dan masuk dalam mode menjelang hibernasi, artinya semua fungsi esensi dialihkan menjadi upaya untuk bertahan hidup, bagaimana dengan upaya lain? ya dibatasi, khususnya bila melihat kondisi saat ini, sebagai contoh tiket penerbangan ke Surabaya dari Samarinda yang biasanya berharga Rp1juta lebih dalam kondisi Normal, karena tidak kondusifnya keadaan saat ini maka saat ini harganya :”hanya” separuhnya saja.

Terlihat sekali bahwa sektor Privat saat ini benar-benar mengencangkan ikat pinggang, dengan demikian sektor publik menjadi sektor yang diupayakan untuk mendorong keadaan kembali kondusif, hal ini sesuai dengan karakteristik Organisasi Publik yang berkebalikan dengan Sektor Swasta, pada prinsipnya Sektor Publik berfokus mensejahterakan dan bukan sekedar mencari profit sepertihalnya sektor publik.

Kembali dengan lingkaran baik atas kondusfitas diatas, dalam kondisi kondusif, muncul berbagai peluang, muncul berbagai peluang membuat munculnya upaya manajemen, upaya manajemen mendorong produktifitas organisasi, organisasi produktif maka terjadi efisiensi yang efektif, efisiensi yang efektif menghasilkan profit, profit menghasilkan keadaan yang semakin kondusif, reaksi berantai ini menghasilkan apa yang saya sebut Lingkaran Positif, sebuah lingkaran dalam bentuk 3 dimensi adalah bola, bila kita bayangkan bola salju yang tengah menggelinding di lereng gunung salju, maka semakin lama lingkaran positif ini akan semakin membesar, ketika membesar ini maka menghasilkan kebaikan-kebaikan yang semakin besar skalanya dalam hal ini maka masyarakat semakin sejahtera dan Negara semakin berhasil mencapai tujuan mulianya mensejahterakan masyarakat.

Dalam kondisi kebalikan, tidak dilakukan penanganan yang baik akan mendorong negara dalam keadaan semakin terpuruk, kondisi semakin terpuruk berkebalikan ini boleh kita sebut sebagai Lingkaran Negatif, dimana dalam skenario ini terjadi dalam sebuah kondisi tidak kondusif, maka peluang semakin berkurang, ketika peluang semakin sedikit, maka manajemen mendorong pemangkasan yang berkebalikan dari produktifitas, ketika organisasi tidak produktif, maka terjadi inefisiensi yang membuat organisasi semakin tidak efektif, inefisiensi dan inefektifitas ini menghasilkan profit yang minimalis atau bahkan kerugian, ketika terjadi kerugian maka menghasilkan keadaan yang tidak kondusif, serupa dengan ilustrasi Lingkaran Baik, pada kondisi Lingkaran Negatif bila kita bayangkan bola salju yang tengah menggelinding di lereng gunung salju, maka semakin lama lingkaran negatif ini akan semakin membesar, ketika membesar ini maka menghasilkan ketidakbaikan-ketidakbaikan yang semakin besar skalanya dalam hal ini maka masyarakat semakin berkurang kesejahterannyaa dan Negara semakin jauh keberhasilan Negara dalam mencapai tujuan mulianya mensejahterakan masyarakat.

Dengan kedua ilustrasi diatas, maka tidak heran bila kita memperhatikan Pemerintah mengupayakan anggaran yang besar dan senantiasa mendorong peningkatan produktifitas organisasi untuk menjadi katalis pemicu kedaan semakin kondusif, dengan demikian sebagai satu-satunya katalis dalam kondisi yang kurang kondusif saat ini, maka Pemerintah secara keseluruhan senantiasa didorong sebagai Organisasi yang Produktif, dorongan ini hanya dapat dilakukan dengan manajemen yang efektif, maka tidak heran bila kita perhatikan kebijakan nasional adalah mendorong kepada para Birokrat untuk di-vaksin terlebih dahulu, hal ini dikarenakan Pemerintah sebagai Organisasi Publik didorong sebagai Organisasi yang Produktif.

Semakin Produktif respon Pemerintah sebagai Organisasi Publik maka manajemennya semakin efektif dan adaptif, harapannya dari Organisasi Publik yang efektif ini kembali menghadirkan berbagai peluang di masyarakat untuk kembali produktif dan menghasilkan dampak positif di ekonomi dan mengembalikan negara sebagai entitas yang berhasil mencapai tujuannya dalam mencapai kesejahteraan umum.

Oleh karena itu Manajemen dalam Organisasi Pemerintah pada saat ini di dorong untuk melakukan administrasi yang berdayaguna dan melakukan perbaikan berkelanjutan, administrasi merupakan serangkaian orang-orang dengan akal dan perasaannya menggunakan sarana prasarana berupa alat-alat dan materi lainnya untuk mengembalikan dan memperjuangkan negara yang kondusif.

Dengan demikian para aparatur pemerintahan sebagai Birokrat senantiasa dituntut bekerja dengan cermat dengan kecepatan yang lebih dari kondisi biasa dalam upaya mengembalikan suasana kondusif. Bukan karena Pemerintahan tidak terdampak dari suasana tidak baik saat ini, namun merupakan sifat alamiah dari Organisasi Pemerintahan yang bukan berorientasi profit, melalui tulisan ini semoga dapat disadari bahwa Pemerintahan perlu mengoptimasi diri sendiri dan bertindak berbeda dan tidak ikut-ikutan tiarap seperti Organisasi Swasta/Privat, dengan demikian dalam kondisi saat ini seharusnya memang perlu dihadirkan Organisasi Pemerintah yang lebih produktif.

Karakteristik yang berbeda ini bukan berarti hal yang mudah dilakukan, kita ketahui bersama Birokrasi dan administrasi pemerintahan dan manajemen organisasi dalam kondisi saat ini sudah jauh dari kata ideal seringkali dicap sebagai beban tidak berguna bagi para pembayar pajak. Hal ini menjadikan apa yang dilakukan Pemerintah menjadi lebih berat, dalam kondisi normal saja tidak dianggap berguna, maka bukan tidak mungkin dalam kondisi saat ini tuntutan akan semakin meningkat dan Pemerintah menjadi semakin dianggap tidak berguna.

Dalam kondisi saat ini komitmen aparatur Pemerintahan tengah diuji, dengan demikian diperlukan Birokrat yang merupakan bagian dari Organisasi yang produktif yang dapat dicapai dengan manajemen yang baik dalam pelayanan pada masyarakat agar dapat mewujudkan Lingkaran Baik yang membuat Negara Kondusif dan bukan sebaliknya.

Mari kita jauhi kegiatan destruktif yang membuat Lingkaran Buruk semakin memperburuk keadaan, ingat karakteristik lingkaran yang tidak terbatas dan bila dibiarkan menggelinding, maka bukan tidak mungkin Lingkaran Buruk semakin besar dan semakin membuat negara menjadi semakin tidak kondusif.

Mari melakukan Optimalisasi Pemerintahan untuk kembali mensejahterakan kehidupan berbangsa dengan mendorong produktifitas organisasi yang menciptakan peluang-peluang baru dalam kehidupan masyarakat.

Salam Optimalisasi Pemerintahan!

Sebelumnya Strategi Pergeseran Anggaran Pemerintah Daerah
Selanjutnya Lokasi Pekerjaan Berganti saat Kontrak telah ditandatangani, bagaimana?

Cek Juga

Pmdn Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah

Penyusunan RKA-SKPD APBD

Peraturan yang terkait dalam penyusunan Anggaran adalah sebagai berikut : PP 12/2019 Tentang Pengelolaan Keuangan ...

Punya pendapat terkait artikel ini? mohon berkenan berdiskusi, terima kasih

Open chat
1
Hubungi saya
Halo, apa yang bisa saya bantu?
%d blogger menyukai ini: