tugas pengguna anggaran pada keuangan pemda
tugas pengguna anggaran pada keuangan pemda

Penyederhanaan Birokrasi, Penyetaraan Fungsional Ahli Muda, dan “malas” yang produktif

Malas yang produktif, sesuatu yang paradoksial dan saling bertentangan satu sama lain…. Malas kok produktif?

Saya adalah Kasubag (eselon IV.a) yang menjadi Jabfung ahli muda per 31 Desember 2021 ini, yang saya lakukan adalah beradaptasi sesegera mungkin, jadi saya melakukan apa yang biasa saya lakukan “ditambah” melengkapin administrasi dan lebih tertib administrasi pekerjaan.

Awal tahun (1 Februari 2022) saya sudah mendapatkan 11 kredit poin jabfung saya.

Mengapa Jabfung Ahli Muda apapun perlu ngegas di awal tahun?

Minimal dalam setahun perlu 25 AK…..

Kalau dia kerja merata 12 bulan maka perbulan perlu 2,083 poin

Kalau dia kerja merata 11 bulan maka perbulan perlu 2,28 poin

Kalau dia kerja merata 10 bulan maka perbulan perlu 2,5 poin

Kalau dia kerja merata 9 bulan maka perbulan perlu 2,78 poin

Kalau dia kerja merata 8 bulan maka perbulan perlu 3,125 poin

Kalau dia kerja merata 7 bulan maka perbulan perlu 3,57 poin

Kalau dia kerja merata 6 bulan maka perbulan perlu 4,167 poin

Kalau dia kerja merata 5 bulan maka perbulan perlu 5 poin

Kalau dia kerja merata 4 bulan maka perbulan perlu 6,25 poin

Kalau dia kerja merata 3 bulan maka perbulan perlu 8,3 poin

Kalau dia kerja merata 2 bulan maka perbulan perlu 12,5 poin

Sampai disini jelas niatan saya…. 😀
Saya pengen ngegas itu kerja merata 2 bulan saja…. Sisanya 10 Bulan? Keluyuran…. Jadi Narasumber…. Cuti…. Pendampingan….. dst….

Beginilah cara pikir Jabfung “Pemalas” dalam konteks produktif dalam menyelesaikan target yang relatif sulit 😀

Saya memilih menjadi orang yang malas untuk melakukan pekerjaan yang sulit. Sebagai orang yang malas saya akan menemukan cara yang mudah untuk melakukannya, menurut saya lebih mudah menggeser aktifitas di awal tahun secara padat…. Ketimbang di tengah tahun baru mulai memenuhi target 🤣

Andai saya “malas” dalam konteks kontra-produktif, 1 bulan berlalu tanpa angka kredit, maka mulai bulan Februari ini saya harus nyari mulai kelimpungan nyari angka kredit 2,28 perbulan….

Kerugian lainnya adalah beberapa pekerjaan “timing” nya udah lewat…. Kaitan perencanaan dan konsolidasi misalnya, padahal itu angka nya relatif gede…. Tapi kalau sudah lewat Maret, ngga bakalan dapat job itu….

Berstrategilah dalam bekerja…. “Semalas” mungkin untuk poin sebesar-besarnya dengan penuh tanggung-jawab 😅

menjadi jabfung memang perlu perubahan sedikit, bikin surat tugas untuk semua tugas pimpinan, bikin laporan sebagai pelengkap / pengantar hasil pekerjaan untuk dapat dinilai jadi angka kredit.

Saat menjadi Jabfung, tidak lagi terbatas lokus, kerjalah seuniversal mungkin tanpa memandang ah itu bukan tugas lingkup subag saya…. Pada prinsipnya berorientasi fungsi untuk menunjang capaian dari pimpinan unit kerja selaku PA/KPA.

Sebelumnya Urgensi Analisa Pasar : Kebutuhan akan spesialis Sourcing Vendor dalam Pengadaan Barang/Jasa
Selanjutnya Etika Pengadaan dan “Penerimaan”

Cek Juga

(2)

Pengaturan Terbaru terkait Penyederhanaan Birokrasi

Sudah dirilis dan diundangkan Peraturan : Permen PANRB No. 7 Tahun 2022 Peraturan diatas berbunyi ...

Punya pendapat terkait artikel ini? mohon berkenan berdiskusi, terima kasih

Open chat
1
Hubungi saya
Halo, apa yang bisa saya bantu?
%d blogger menyukai ini: